Klinik Kesehatan Haji Indonesia Juga Layani Jamaah Haji Khusus
July 30, 2019
Saudi Luncurkan Layanan Jaringan 5G
August 1, 2019

Inilah Lima Masalah Kesehatan Jelang Puncak Haji

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Kepala Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Eka Jusuf Singka menyampaikan ada lima persoalan kesehatan yang biasa dialamai jamaah haji Indonesia, jelang kepadatan dan kegiatan yang terpusat di Mekkah.

“Inti persoalan kesehatan jamaah haji Indonesia ada lima,” kata dr Eka kepada media, sebagaimana dikutip Republika.co.id, pada Rabu (31/7/2019).

Menurutnya yang pertama, terkait perilaku jamaah haji. Artinya, kata dr Eka, belum semua jamaah haji sadar bahwa ibadah haji perlu ditopang kondisi kesehatan yang baik. Kedua, masalah konsumsi air. Dimana, masih ada jamaah haji yang belum khawatir dengan kondisi dehidrasi. “Karena itu, tim kesehatan selalu mengimbau jamaah haji banyak minum air,” katanya.

Berikutnya yang ketiga, kondisi cuaca Saudi yang panas. Menurutnya, jamaah haji harus selalu terlindungi dari cuaca yang panas, misalnya mengunakan payung dan mengunakan semprotan air. 

Keempat, jamaah haji mengalami kelelahan. Kondisi kelelahan memicu kondisi yang kurang prima pada jamaah haji. Sementara yang kelima, kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan sosial.

“Kelima hal tersebut menyebabkan jamaah haji mengalami sakit, atau memperberat kondisi sakitnya,” ujarnya.

Pihaknya tidak menampik kepadatan jelang puncak haji memberi tantangan tersendiri bagi tim kesehatan. Apalagi, mengingat jumlah tim kesehatan tidak sebanding dengan jumlah jamaah haji yang terpusat di Mekkah. 

“Kendala pasti ada, jumlah tim kami dibandingkan jamaah haji yang ada di Mekkah sangat tidak sebanding,” katanya.  

Lebih lanjut, dr Eka mengatakan pola kerja tim kesehatan, salah satunya melakukan pemantauan secara intensif kepada jamaah haji di Masjid al-Haram. “Jika tim mendapati jamaah sedang sakit, maka langsung melakukan penanganan secara cepat dan evakuasi ke rumah sakit terdekat,” tegasnya. 

Namun demikian, kata dia, pemantauan terhadap jamaah haji juga melibatkan semua pihak, termasuk kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) dan jamaah sendiri. “Salah satu hal yang dapat dilakukan, yakni saling mengingatkan banyak meminum air dan memakan buah-buahan,” katanya. (hay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *